Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh
LED 7 Segmen (Seven Segment LED)
Pada kesempatan kali ini, Saya Shertin NIM 201931031 akan membahas sedikit tentang LED 7 Segmen (Seven Segment LED). Baiklah, selamat membaca teman-teman.
Jika membahas tentang common anoda dan common katoda maka
tentunya tak lepas pula dari 7 segment. Terdapat perbedaan antara common anoda
dan common katoda pada seven segmen. Pengertian Seven Segment
Display – Seven Segment Display (7 Segment Display) dalam bahasa
Indonesia disebut dengan Layar Tujuh Segmen adalah komponen
Elektronika yang dapat menampilkan angka desimal melalui
kombinasi-kombinasi segmennya. Seven Segment Display pada umumnya
dipakai pada Jam Digital, Kalkulator, Penghitung atau Counter Digital,
Multimeter Digital dan juga Panel Display Digital seperti pada Microwave Oven
ataupun Pengatur Suhu Digital . Seven Segment Display pertama
diperkenalkan dan dipatenkan pada tahun 1908 oleh Frank. W. Wood dan mulai
dikenal luas pada tahun 1970-an setelah aplikasinya pada LED (Light Emitting
Diode).
Seven Segment Display memiliki 7 Segmen dimana setiap
segmen dikendalikan secara ON dan OFF untuk menampilkan angka yang diinginkan.
Angka-angka dari 0 (nol) sampai 9 (Sembilan) dapat ditampilkan dengan
menggunakan beberapa kombinasi Segmen. Selain 0 – 9, Seven Segment
Display juga dapat menampilkan Huruf Hexadecimal dari A sampai F. Segmen
atau elemen-elemen pada Seven Segment Display diatur menjadi bentuk angka “8”
yang agak miring ke kanan dengan tujuan untuk mempermudah pembacaannya. Pada
beberapa jenis Seven Segment Display, terdapat juga penambahan “titik” yang
menunjukan angka koma decimal. Terdapat beberapa jenis Seven Segment
Display, diantaranya adalah Incandescent bulbs, Fluorescent lamps (FL), Liquid
Crystal Display (LCD) dan Light Emitting Diode (LED). Nah kombinasi dari
deretan LED pada seven segment terdiri dari 2 kombinasi yaitu kombinasi common
anoda dan kombinasi common katoda.
Salah satu jenis Seven Segment Display yang sering digunakan
oleh para penghobi Elektronika adalah 7 Segmen yang menggunakan LED (Light
Emitting Diode) sebagai penerangnya. LED 7 Segmen ini umumnya memiliki 7
Segmen atau elemen garis dan 1 segmen titik yang menandakan “koma” Desimal.
Jadi Jumlah keseluruhan segmen atau elemen LED sebenarnya adalah 8. Cara
kerjanya pun boleh dikatakan mudah, ketika segmen atau elemen tertentu
diberikan arus listrik, maka Display akan menampilkan angka atau digit yang
diinginkan sesuai dengan kombinasi yang diberikan.
Terdapat 2 Jenis LED 7 Segmen, diantaranya adalah “LED 7
Segmen common Cathode” dan “LED 7 Segmen common Anode”.
LED 7 Segmen Tipe Common Cathode (Katoda)
Pada LED 7 Segmen jenis Common Cathode (Katoda), Kaki Katoda
pada semua segmen LED adalah terhubung menjadi 1 Pin, sedangkan Kaki Anoda akan
menjadi Input untuk masing-masing Segmen LED. Kaki Katoda yang terhubung
menjadi 1 Pin ini merupakan Terminal Negatif (-) atau Ground sedangkan Signal
Kendali (Control Signal) akan diberikan kepada masing-masing Kaki Anoda Segmen
LED.
LED 7 Segmen Tipe Common Anode (Anoda)
Pada LED 7 Segmen jenis Common Anode (Anoda), Kaki Anoda
pada semua segmen LED adalah terhubung menjadi 1 Pin, sedangkan kaki Katoda
akan menjadi Input untuk masing-masing Segmen LED. Kaki Anoda yang terhubung
menjadi 1 Pin ini akan diberikan Tegangan Positif (+) dan Signal Kendali
(control signal) akan diberikan kepada masing-masing Kaki Katoda Segmen LED.
Prinsip Kerja Dasar Driver System pada LED 7 Segmen
Berikut ini adalah Blok Diagram Dasar untuk mengendalikan
LED 7 Segmen :
Blok Dekoder pada diagram diatas mengubah sinyal Input yang
diberikan menjadi 8 jalur yaitu “a” sampai “g” dan poin decimal (koma) untuk
meng-ON-kan segmen sehingga menghasilkan angka atau digit yang diinginkan.
Contohnya, jika output dekoder adalah a, b, dan c, maka Segmen LED akan menyala
menjadi angka “7”. Jika Sinyal Input adalah berbentuk Analog, maka
diperlukan ADC (Analog to Digital Converter) untuk mengubah sinyal analog
menjadi Digital sebelum masuk ke Input Dekoder. Jika Sinyal Input sudah
merupakan Sinyal Digital, maka Dekoder akan menanganinya sendiri tanpa harus
menggunakan ADC.
Fungsi daripada Blok Driver adalah untuk memberikan arus
listrik yang cukup kepada Segmen/Elemen LED untuk menyala. Pada Tipe Dekoder
tertentu, Dekoder sendiri dapat mengeluarkan Tegangan dan Arus listrik yang
cukup untuk menyalakan Segmen LED maka Blok Driver ini tidak diperlukan. Pada
umumnya Driver untuk menyalakan 7 Segmen ini adalah terdiri dari
8 Transistor Switch pada masing-masing elemen LED.
Catatan :
1 = ON (High)
0 = OFF (Low)
Contohnya dalam 7 segment :
LED dalam seven segment. Common anoda diberi tegangan Vcc
dan seven segment dengan common anoda akan aktif pada saat diberi logika rendah
(0) atau sering disebut aktif low. Kaki katoda dengan label a sampai h sebagai
pin aktifasi yang menetukan nyala LED. Sedangkan common katoda merupakan pin
yang terhubung dengan semua kaki katoda LED dalam seven segment. Common katoda
akan digroundkan sehingga seven segment dengan common katoda akan aktif apabila
diberi logika tinggi (1) atau disebut aktif high. Kaki anoda dengan label a
sampai h sebgai pin aktifasi yang menentukan nyala LED.
Seven segment display memiliki dua type yaitu common anoda
dan common katoda. Di bawah ini ditunjukkan skematik internal segment display
common anoda dan common katoda.
Andaikan ingin ditampilkan angka satu (1) pada seven
segment, maka led dengan label “b” dan “c” diaktifkan. Maka jika digunakan
seven segment common katoda, kondisi logika pada terminal a=0, b=1, c=1, d=0,
e=0, f=0, g=0 dan h=0, sedangkan terminal common dihubungkan ke ground. Kondisi
logika terminal “a” sampai “h” untuk seven segment common anoda adalah
komplemen dari common katoda dan terminal common dihubungkan ke Vcc.
Perbedaan Common Anoda dan Common Katoda
Common Anode adalah nilai common atau pin yang berlogika
atau bernilai positif sedangkan Common Cathode berlogika atau bernilai negatif.
Untuk lebih mudah menghafal, bias menggunakan slogan ini, KaPAN => Katoda
Positif Anoda Negatif. Positif dan negatif tersebut adalah relatif terhadap
nilai acuan. Misal kita ambil contoh seven segment tipe anode (anoda) dan
cathode (katoda). Di sebelah kanan adalah 7 segment tipe anoda sedangkan di
sebelah kiri tipe katoda.
Common adalah pin yang terhubung ke semua segment. Common
Cathode, seperti telah dijelaskan tadi, berfungsi sebagai GND sehingga logika
yang diberikan kepada segment adalah ACTIVE HIGH atau 1. Common Anode sebagai
VCC sehingga logika yang diberikan kepada segment adalah ACTIVE LOW atau 0.
Oleh karena fakta tersebut, bisa juga disimpulkan bahwa COMMON CATHODE adalah
ACTIVE HIGH sedangkan COMMON ANODE adalah ACTIVE LOW.
Saya cukupkan dulu ya teman-teman, semoga bermanfaat, dan terima kasih atas kunjungannya..
Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sumber:
https://teknikelektronika.com/pengertian-seven-segment-display-layar-tujuh-segmen/
http://rahmaaulia28.blogspot.com/2018/10/v-behaviorurldefaultvmlo.html